Paris, 18 November 2025 – IEC Telecom sedang bersiap-siap untuk acara Salon des Maires et des Collectivités Locales yang akan digelar di Paris minggu ini, guna memperkenalkan penambahan terbaru dalam portofolio konektivitasnya. Solusi baru ini dirancang untuk memberdayakan petugas tanggap darurat dengan komunikasi berkecepatan tinggi yang andal, sehingga meningkatkan kualitas layanan publik di seluruh Prancis, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani. Di lingkungan operasional seperti jalan pegunungan, pesisir pantai, kawasan hutan, atau komunitas pedesaan terpencil, jaringan seluler terestrial seringkali tidak mampu memenuhi kinerja yang dibutuhkan oleh layanan darurat modern. Menurut OpenSignal, Ketersediaan jaringan 5G di Prancis mencapai 22 % di kawasan perkotaan, namun turun menjadi hanya 13,5 % di kawasan pedesaan—perbedaan terbesar antara kawasan perkotaan dan pedesaan di antara negara-negara Eropa. Selain itu, kecepatan unduh rata-rata jaringan seluler di kawasan pedesaan Prancis sekitar 53 Mbps, dibandingkan dengan 66 Mbps di kawasan perkotaan, yang menyoroti kesenjangan konektivitas yang masih terus berlanjut di seluruh negeri. Variabilitas semacam itu berarti bahwa tim lapangan tidak dapat mengandalkan kecepatan transmisi yang stabil untuk tugas-tugas kritis yang melibatkan teknologi terkini, seperti streaming dari kamera tubuh dan drone, pengiriman data telemetri secara langsung, atau koordinasi respons yang melibatkan banyak kendaraan secara real time.
Untuk mengatasi tantangan ini, IEC Telecom memperkenalkan HyphaOne Mini, sebuah hub konektivitas mobilitas yang ringkas, yang menghadirkan konektivitas kelas broadband saat dalam perjalanan dengan menggabungkan jaringan satelit dan 4G/5G dalam satu sistem yang tangguh. Dirancang khusus untuk kendaraan tanggap darurat—termasuk brigade pemadam kebakaran, unit kepolisian, dan armada ambulans—solusi ini memastikan komunikasi yang lancar bahkan di luar zona jangkauan jaringan darat. IEC Telecom mengembangkan kemampuan ini lebih jauh lagi dengan mengintegrasikan sistem tersebut ke dalam ekosistem manajemen jaringan miliknya sendiri, yaitu OptiView. Platform canggih ini memungkinkan pengawasan kinerja jaringan di seluruh armada, pemecahan masalah jarak jauh, serta realokasi kredit yang fleksibel dari unit yang tidak beroperasi ke unit yang sedang aktif beroperasi—sehingga memastikan pemanfaatan sumber daya yang optimal dan kelangsungan layanan tanpa gangguan di seluruh armada. Selain itu, sistem ini dapat diintegrasikan dengan platform pelacakan yang dilengkapi dengan alat visualisasi dan analitik canggih, sehingga pusat komando dapat memantau pergerakan kendaraan, status misi, dan tingkat konektivitas secara real-time.
“Seiring dengan berlanjutnya digitalisasi layanan publik, permintaan akan konektivitas yang andal dan menjangkau seluruh negeri pun meningkat pesat,” kata Gwenael Lohéac, Presiden Wilayah Eropa & Afrika Barat di IEC Telecom Group. “Solusi seperti HyphaOne Mini dirancang untuk kerja sama antara sektor publik dan swasta, dengan tujuan meningkatkan operasional layanan publik di seluruh negeri serta memastikan bahwa petugas tanggap darurat dapat mengandalkan komunikasi yang tidak terputus di mana pun tugas memanggil mereka.”
Peluncuran solusi baru ini menandai tonggak sejarah baru dalam kontribusi berkelanjutan IEC Telecom terhadap transformasi digital Prancis. Dengan memperkuat infrastruktur komunikasi armada tanggap darurat, inovasi ini mendukung koordinasi layanan publik yang lebih efektif serta membantu mengurangi dampak keterputusan konektivitas terhadap operasi-operasi penting di seluruh negeri.